Inovasi
pendidikan yang dikembangkan di Indonesia saat ini didalamnya mengandung
konsekuensi bagi setiap guru untuk dapat menyesuaikan diri dengan berbagai
tuntutan perubahan yang ada. Melalui kegiatan MGMP, diharapkan setiap guru
dapat terus mengasah kemampuan profesionalnya guna mengimbangi berbagai
tuntutan perubahan pendidikan yang terjadi. Zamroni dari Depdiknas mengupas
tentang pentingnya peran MGMP dalam rangka meningkatkan kemampuan profesinal
guru.
Revitalisasi
MGMP merupakan salah satu upaya untuk
memberikan kekuatan bar, atau memperbaharui kemampuan profesional guru.
- Mengembalikan jati diri dan watak guru (percaya diri, jujur dan objektif, menegakan kebenaran dan mencegah kebatilan, antisipatif, menekankan pada pencegahan dan menjadi bapak sekaligus sahabat siswa)
- Meningkatkan penguasaan materi (materi dasar, aplikasi materi, pengembangan materi)
- Meningkatkan kemampuan aplikasi PBM:
- Memahami dan melaksanakan inovasi:
- Sekolah adalah a mini society bukannya suatu
industri.
Ruang-ruang kelas merupakan laboratorium bukanya auditorium.
Siswa bukan bahan mentah melainkan individu yang memiliki karakter, bakat dan minat tertentu
Pembelajaran kooperatif - Memanfaatkan peralatan modern dalam pembelajaran
Guru sebagai fasilitator, pelatih dan tutor
Kemampuan berpikir dan memberi makna - Kemampuan menjalin hubungan dan bekerjasama
Sekolah sebagai sistem mekanik atau sekolah sebagai sistem organik. - Sistem mekanik memiliki ciri input-output bersifat linier dan langsung.
- Sistem organik memiliki ciri input-ouput bersifat dinamis dialogis.
- Menciptakan ke bersamaan dan persaudaraan:
- Melihat dan membicarakan kebaikan fihak lain
- Saling memberikan perhatian dan pertolongan
- Perkuat silaturahmi
- Mengembangkan saling percayai mempercayai
- Membangun kesadaran politik:
- Melek politik
- Aktif berpolitik, mandiri, non partisan
